Something

Assalamualaikum

"Aku ... sukakan kau .. "

Terus.
Suasana menjadi sepi .
Walaupun ramai orang berbicara .
Hatinya tersentak .
Berdegup kencang .
Tangan mula menyejuk .
Lidahnya kelu untuk berkata-kata .

Muaz masih setia dengan senyumannya .

"Amacam ? Ok tak ?"

Soalannya bagaikan angin menyapa diri gadis itu .
Singgah sebentar sebelum sempat dicerna akal dan minda .
Kiran asyik dengan halusinasinya .

"Woi?Kiran?Kiran ? Are you there ?"
"Hah?!Yea...Yeahh .. Yeah Im here .. "

Dia mengukir senyuman palsu .
Muaz sudah menarik senyuman bahagia .

"Tak romantikkan?Haha .. "

Kiran mengangguk perlahan .
Ya . Langsung tak .

Muaz tertunduk .
Nafas kedengaran dihela lembut .

"Tapi,aku rasa keikhlasan yang penting,bukan ? Aku yakin,Nurin pasti akan terkejut .. "

Kiran hanya mampu memberi sokongan yang kelihatan kuat .
Tetapi dalamnya rapuh .

Muaz mengerling jam di tangan.
5.30 petang .

"Oklah Kiran,aku nak jumpa Nurin dulu,thanks ya!"

Dia berlalu pergi .
Kiran mengangguk .

"Sama... sama ... kasih.."

Hatinya bagai dihiris sembilu
Sakit . Perit .
Pecah berderai harapannya untuk bersama ., Muaz .
Ya . Pemuda yang telah berjaya mencuri hatinya beberapa tahun yang lalu .
Yang baru sebentar tadi menjadikan dirinya sebagai bahan uji kaji .
Bahan uji kaji untuk sesi luahan hatinya kepada Nurin Adlina , merangkap sahabat baiknya

Kaki dihayun dengan perlahan .
Tiada mood .

Aku suka kau lah Muazzam !

"Weh Kiran,"

Dia tersentak . MasyaAllah,terkejut aku .

"Em ye,kau nak apa lagi ?"

Muaz kelihatan tercungap-cungap .

"I love you .. "

Terlopong mulutnya .
Sekali lagi,jantungnya sudah beroperasi secara tidak normal .
Badannya kembali menyejuk .
Apa ni Muaz ? Tadi kau kata kau suka Nurin .

"I love you so much Nurin Adlina .. "
"Apa ?"

Mereka berdua tersentak .
Kelihatan Nurin jelas berada di hadapan mereka .

"Wah,Muaz suka Kiran rupanya ! Hahaha,tak sangka selama kita berkawan baik Muaz simpan perasaan terhadap Kiran .. "

Muaz sudah mengerutkan dahinya .
Kiran pula , tidak terkata .
Wahai sahabatku Nurin,jika itulah kebenarannya .

Kiran pantas menggeleng .
Dia tidak boleh mementingkan diri sendiri .
Kebenaran harus didedahkan,biarpun pahit yang harus ku telan.

"Eh taklah Nurin! Aku.. aku tak suka Kiran pun! Aku cuma,err cuma .. "

Muaz tergagap-gagap untuk menjelaskan situasi yang sebenar .

"Dia saja cakap macam tu kat aku,nak test dulu sebelum pergi buat sesi luahan kat kau Nurin .. "

Muaz sudah berpaling melihat Kiran .
Giliran Nurin pula tersentak .

"Yes,he likes you Nurin .. "

Kata Kiran sambil tersenyum,seperti dia senang dengan kebenaran itu .
Muaz pula tertunduk,kemudian mengangguk perlahan .

"Alang-alang Kiran dah cakap,aku pun ... nak cakap juga .... "

Nurin hanya diam .
Menanti kata-kata Muaz yang seterusnya .

"Aku suka kau Nurin,dari hari pertama kita kenal,sampai sekarang,hehehe .. "

Setelah itu wajah Muaz berona merah .
Malu .

Nurin pula tersenyum senang sambil menunduk malu .

Kiran hanya tersenyum hambar , diam tidak terkata .
Apa yang dia pasti,kini hatinya telah remuk dan berkecai .

Oh Ya Allah,tabahkan hatiku .



Comments

Popular posts from this blog

Hey

It's Okay 2#

Hey 2#